Ada kesalahan di dalam gadget ini

Minggu, 23 September 2012

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA
(WETBOEK VAN STRAFRECHT)





 

Daftar isi

BUKU KESATU: ATURAN UMUM
I    Batas-batas berlakunya Aturan Pidana dalam Perundang-undangan
II    Pidana
III    Hal-hal yang Menghapuskan, Mengurangi atau Memberatkan Pidana
IV    Percobaan
V    Penyertaan Dalam Tindak Pidana
VI    Perbarengan Tindak Pidana
VII    Mengajukan dan Menarik Kembali Pengaduan dalam Hal Kejahatan yang Hanya Dituntut atas Pengaduan
VIII    Hapusnya Kewenangan Menuntut Pidana dan Menjalankan Pidana
IX    Arti Beberapa Istilah yang Dipakai dalam Kitab Undang-undang (Ps. 86-102)
     Aturan Penutup (Ps. 103)

BUKU KEDUA : KEJAHATAN

I    Kejahatan Terhadap Keamanan Negara (Ps. 104-129)
II    Kejahatan-kejahatan Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden
III    Kejahatan-kejahatan Terhadap Negara Sahabat dan Terhadap Kepala Negara Sahabat Serta Wakilnya
IV    Kejahatan Terhadap Melakukan Kewajiban dan Hak Kenegaraan
V    Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum
VI    Perkelahian Tanding
VII    Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang
VIII    Kejahatan Terhadap Penguasa Umum
IX    Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu
X    Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas
XI    Pemalsuan Meterai dan Merek
XII    Pemalsuan Surat
XIII    Kejahatan Terhadap Asal-Usul dan Perkawinan
XIV    Kejahatan Terhadap Kesusilaan (Ps. 281-303 bis)
XV    Meninggalkan Orang yang Perlu Ditolong (Ps. 304-309)
XVI    Penghinaan (Ps. 310-321)
XVII    Membuka Rahasia (Ps. 322-323)
XVIII    Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang (Ps. 324-337)
XIX    Kejahatan Terhadap Nyawa (Ps. 338-350)
XX    Penganiayaan (Ps. 351-358)
XXI    Menyebabkan Mati atau Luka-luka Karena Kealpaan (Ps. 359-361)
XXII    Pencurian (Ps. 362-367)
XXIII    Pemerasan dan Pengancaman (Ps. 368-371)
XXIV    Penggelapan (Ps. 372-377)
XXV    Perbuatan Curang (Ps. 378-395)
XXVI    Perbuatan Merugikan Pemiutang atau Orang yang Mempunyai Hak (Ps. 396-405)
XXVII    Menghancurkan atau Merusakkan Barang (Ps. 406-412)
XXVIII     Kejahatan Jabatan (Ps. 413-437)
XXIX    Kejahatan Pelayaran (Ps. 438-479)
XXIXA  

Kejahatan Penerbangan dan Kejahatan Terhadap Sarana/Prasarana Penerbangan (Ps. 479a-479r)

XXX    Pemudahan (Penadahan, Pencetak dan Penerbit) (Ps. 480-485)
XXXI  

Aturan Tentang Pengulangan Kejahatan yang Bersangkutan dengan Berbagai Bab (Ps. 486-488)


BUKU KETIGA: PELANGGARAN

I    Pelanggaran Keamanan Umum bagi Orang atau Barang dan Kesehatan (Ps. 489-502)
II    Pelanggaran Ketertiban Umum
III    Pelanggaran Terhadap Penguasa Umum
IV    Pelanggaran Mengenai Asal-Usul dan Perkawinan
V    Pelanggaran Terhadap Orang yang Memerlukan Pertolongan (Ps. 531)
VI    Pelanggaran Kesusilaan
VII    Pelanggaran Mengenai Tanah, Tanaman dan Pekarangan
VIII    Pelanggaran Jabatan
IX    Pelanggaran Pelayaran


FILE LENGKAP SILAHKAN DOWNLOAD  disini
































http://punkandra.blogspot.com/2012/07/kitab-undang-undang-hukum-pidana-kuhp.html

Rabu, 05 September 2012

Penggemar: Iwan Fals Itu Kayak Bunglon

BANDUNG, KOMPAS.com -- "Si Bos (Iwan Fals) itu kayak bunglon," itulah yang dikatakan oleh Muhammad Sodikin (43) alias Dezon atau Kang Ozon, Ketua BPK (Badan Pengurus Kota) OI (Orang Indonesia, komunitas penggemar Iwan Fals) Bandung, ketika ditanya seperti apakah sosok Virgiawan Listanto alias Iwan Fals.

"Buat saya, dia (Iwan) itu orang yang sangat low profile, gampang beradaptasi, ramah, enggak pernah sombong, enggak pernah ngerasa artis, tapi tetap punya pendirian teguh. Itulah kenapa saya sebut dia seperti bunglon," ucap Ozon di Studio Raka 98.8 FM Bandung, Senin (03/09/2012).

Lima puluh satu tahun lalu, 3 September 1961, di Jakarta, Iwan lahir. Perjalanan hidup penyanyi, pemain gitar, dan pencipta lagu yang menyuarakan kehidupan Indonesia ini menginspirasi para penggemarnya, termasuk Ozon, yang tubuhnya dihiasi tato-tato gambar wajah Iwan. Nama Ozon pun didapatnya pada 2000, setelah Iwan memanggilnya "Zon" dalam sebuah acara silaturahim antara OI Bandung dengan Iwan di daerah Rancaupas, Bandung. 

"Usia Si Bos udah enggak lagi muda, tapi karya-karyanya terus menginspirasi kami untuk terus 'memudakan' Indonesia, yang dirasa udah enggak 'Indonesia' lagi," kata Ozon lagi, yang hampir setiap bulan menonton konser Iwan di Panggung Kita, yang dibangun di halaman kediaman Iwan di Desa Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat. 

Kharisma Iwan Fals masih besar. Ia menjadi panutan bagi para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Selamat ulang tahun, Iwan! (Indra/Raka FM Bandung) (Indra/Raka FM Bandung)

Iwan Fals

Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 51 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, serta kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara.

Biografi

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personel SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]

Keluarga

Iwan lahir dari pasangan Lies (ibu) dan Kolonel Anumerta Sucipto (ayah). Iwan menikahi Rosana yang akrab disapa "Mbak Yos", hasil dari pernikahannya Iwan memiliki tiga anak yaitu, Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi drummer kelompok DEMIT dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya tahun 1997.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anisa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.
Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri Dan Mencoba Bermain IRC dan ikut masuk Dalam Kelompok Gang IRC DEMIT dan sering menghabiskan waktu untuk ngeflood bersama 2 partnernya yaitu TObeenkz ILerz Dan SkYrIDerS di berbagai Server Di IRC, Alhasil dia pun akhirnya sering DC (dibaca DiSi = Disconnected) dan Jadi Buronan CopIRC.
Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri karna sering DC jadi buronan CopIRC setelah itu dia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati DEMIT yang didalamnya terdapat lagu Hadapi Saja CopIRC yang bercerita tentang dibalik Aksi serangan serangan yang selalu diluncurkan oleh DEMIT crewz dalam menghadapi CopIRC . Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]
Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.
Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rosana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarier. alasan saya mengidolakannya adalah : beliau dapat "membaca"permasalahan yang ada dan dapat menyampaiannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk musi yang dapat dimrngerti dengan mudah serta beliau dapat dijadikan inspirasi bagi kalangan yang disebut anti kemapanan.

Pendidikan

Diskografi

Iwan Fals pada cover majalah Rolling Stone Mei 2007
Tidak seluruh album yang dikeluarkan Iwan Fals berisi lagu baru. Pada tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Pada tahun-tahun terakhir ini pula Iwan Fals lebih banyak memilih berkolaborasi dengan musisi muda berbakat.
Banyak lagu Iwan Fals yang tidak dijual secara bebas. Lagu-lagu tersebut menjadi koleksi ekslusif para penggemarnya dan kebanyakan direkam secara live. Beberapa lagu Iwan Fals yang tidak dikomersialkan seperti lagu 'Pulanglah' yang didedikasikan khusus untuk almarhum Munir ternyata sangat digemari yang akhirnya direkam ulang dan dimasukkan ke dalam album "50:50" yang beredar di tahun 2007.

Album

Single

Single Hits yang dibawakan penyanyi lain

  • Maaf (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986)
  • Belailah (dibawakan oleh Ritta Rubby) (1986)
  • Trauma (dibawakan oleh God Bless) (1988)
  • Damai Yang Hilang (dibawakan oleh God Bless) (1988)
  • Orang Dalam Kaca (dibawakan oleh God Bless) (1988)
  • Pak Tua (dibawakan oleh grup band Elpamas) (1991)
  • Oh (dibawakan oleh Fajar Budiman) (1994)
  • Nyanyian laut ( dibawakan Nicky Astria )
  • Menangis (dibawakan oleh Franky S.)
  • Bunga Kehidupan (dibawakan oleh artis Musica)

Album kompilasi

  • Tragedi
  • Banjo & Harmonika
  • Celoteh-celoteh
  • Celoteh-celoteh 2
  • Country
  • Tembang Cinta (1990)
  • Akustik
  • Akustik Ke-2 (1997)
  • Salam Reformasi (1998)
  • Salam Reformasi 2 (1999)
  • Prihatin (2000)

Film

Lagu yang tidak beredar

  • Demokrasi Nasi (1978)
  • Semar Mendem (1978)
  • Pola Sederhana (Anak Cendana) (1978)
  • Mbak Tini (1978)
  • Siti Sang Bidadari (1978)
  • Kisah Sapi Malam (1978)
  • Mince Makelar (1978)
  • Luka Lama (1984)
  • Anissa (1986)
  • Biarkan Indonesia Tanpa Koran (1986)
  • Oh Indonesia (1992)
  • Imelda Mardun (1992)
  • Maumere (1993)
  • Joned (1993)
  • Mesin Mesin Pembunuh (1994)
  • Suara Dari Jalanan (1996)
  • Demokrasi Otoriter (1996)
  • Pemandangan (1996)
  • Jambore Wisata (1996)
  • Aku Tak Punya Apa-Apa (1997)
  • Cerita Lama Tiananmen (1998)
  • Serdadu dan Kutil (1998)
  • 15 Juta (1998)
  • Mencari Kata Kata (1998)
  • Malam Sunyi (1999)
  • Sketsa Setan Yang Bisu (2000)
  • Indonesiaku (2001)
  • Kemarau (2003)
  • Lagu Sedih (2003)
  • Kembali Ke Masa Lalu (2003)
  • Harapan Tak Boleh Mati (2004)
  • Saat Minggu Masih Pagi (2004)
  • Repot Nasi / Sami Mawon (2005)
  • Hari Raya Bumi (2007)
  • Berita Cuaca (2008)
  • Paman Zam
  • Kapal Bau Pesing
  • Makna Hidup Ini
  • Selamat Tinggal Ramadhan
  • Nyatakan Saja
  • Berputar Putar
  • Air dan Batu
  • Lagu Pegangan
  • Semut Api dan Cacing Kecil
  • Kata-Kata
  • Peniti Benang
  • Pukul Dua Malam
  • Curiga
  • Penjara
  • Belatung
  • Nyanyian Sopir
  • Bunga Kayu di Beranda
  • Aku Bergelora
  • Suara Dari Jalanan
  • Serpihan Surga Pagar Alam
  • Tanah Air Udara dan Api (live)
  • komunitas tiga rambu (live)
  • Birokrasi Semut
  • Rumi Sang Pencerah (Juni 2011)
  • Hentikan ! (2011)
  • Isyarat (2011)
  • Gugusan Bintang (2011)
  • Garong Wan Takuup (2011)
  • Polteng "Polisi Tengik" (2012-Lagu Jamming bersama Komunitas OI yang Belum Sempat direkam)

Penghargaan

  1. Juara I Festival Musik Country (1980).
  2. Gold record, lagu Oemar Bakri, PT. Musica Studio's.
  3. Silver record, penyanyi & pencipta lagu Ethiopia, PT. Musica Studio's.
  4. Penghargaan prestasi artis HDX 1987 - 1988, pencipta lagu Buku Ini Aku Pinjam.
  5. Penyanyi Pujaan, BASF, (1989).
  6. The best selling, album Mata Dewa, BASF, 1988 - 1989.
  7. Penyanyi rekaman pria terbaik, album Anak Wayang, BASF Award XI, 18 April 1996.
  8. Penyanyi solo terbaik Country/Balada, Anugrah Musik Indonesia - 1999.
  9. Presents This Certificate To Iwan Fals In Recognition Of The Contribution To Cultural Exchange Between Korea and Indonesia, 25 September 1999.
  10. Penyanyi solo terbaik Country/Balada AMI Sharp Award (2000).
  11. Video klip terbaik lagu Entah, Video Musik Indonesia periode VIII - 2000/2001.
  12. Triple Platinum Award, Album Best Of The Best Iwan Fals, PT. Musica Studio's - Juni 2002.
  13. 6th AMI Sharp Award, album terbaik Country/Balada.
  14. 6th AMI Sharp Award, artis solo/duo/grup terbaik Country/Balada.
  15. Pemenang video klip terbaik edisi - Juli 2002, lagu Kupu-Kupu Hitam Putih, Video Musik Indonesia, periode I- 2002/2003.
  16. Penghargaan album In Collaboration with, angka penjualan di atas 150.000 unit, PT. Musica Studio's - Juni 2003.
  17. Triple Platinum Award, album In Collaboration with, angka penjualan di atas 450.000 unit, PT. Musica Studio's - November 2003.
  18. 7th AMI Award 2003, Legend Awards.
  19. 7th AMI Award 2003, Penyanyi Solo Pria Pop Terbaik.
  20. Penghargaan M Indonesia 2003, Most Favourite Male.
  21. SCTV Music Award 2004, album Ngetop! (pop) In Collaboration with.
  22. SCTV Music Award 2004, Penyanyi Pop Ngetop.
  23. Anugrah Planet Muzik 2004.
  24. Generasi Biang Extra Joss - 2004.
  25. 8th AMI Samsung Award, Karya Produksi Balada Terbaik.
  26. SCTV Music Award 2005, album pop solo ngetop Iwan Fals In Love.
  27. With The Compliment Of Metro TV.
  28. Partisipasi dalam acara konser Salam Lebaran 2005, PT. Gudang Garam Indonesia.
  29. Mendapatkan Talk Less Do More Award sebagai salah satu Class Music Heroes 2009.
  30. Lagunya bersama {Swami} yang berjudul [Bongkar] menerima penghargaan 150 lagu terbaik sepanjang masa versi Majalah Rolling Stone peringkat 1.
  31. Penghargaan Satyalancana Kebudayaan Pemerintah Republik Indonesia (2010) [1]

Iklan

Pranala luar

Referensi

Senin, 05 Maret 2012

persib

Dua Pemain Korea Selatan Dikembalikan

March 3, 2012  /  blmnst!  /    23  / 


Dengan alasan membutuhkan striker yang bagus, maka hari ini manajemen Persib memutuskan untuk memulangkan 2 pemain asing asal Korea Selatan yang mengikuti seleksi pemain di Persib sejak kemarin. Kedua pemain tersebut dipulangkan setelah mengikuti latihan pagi ini di stadion Siliwangi, Bandung.

“Manajemen sudah melakukan diskusi dengan pelatih Drago Mamic dan pimpinan dan yang dibutuhkan itu striker. Yang datang adalah gelandang dan striker. Yang gelandang bagus, sedangkan yang stikernya kurang. Jadi terpaksa sampai hari ini saja. Langsung dikembalikan ke agen,” ungkap wakil manajer Dedi Firmansyah.
Kedua pemain asal Korea Selatan yang mengikuti seleksi pemain Persib sejak hari Jumat kemarin adalah Jeon Kwang Jin dan Park Jun Hyun. Jeon Kwang Jin adalah seorang gelandang, sementara Park Jun Hyun menempati posisi striker.
Berdasarkan komunikasi manajemen dengan pelatih kepala, yang diinginkan oleh Persib adalah seorang striker dengan kualitas di atas pemain yang sudah ada. Maka sambung Dedi, jika kualitas pemain asing yang ikut seleksi dinilai masih dibawah pemain yang ada, untuk apa mereka melanjutkan seleksi.
Dengan dipulangkannya kedua pemain tersebut maka Dedi mengungkapkan Persib akan mendatangkan pemain asing lainnya untuk mengikuti seleksi. “Antara senin atau selasa akan ada pemain lagi. Siapa dan dari mananya belum kita ketahui. Nanti aja kita lihat,” ungkap Dedi.
Saat ini Persib Bandung sudah mempunyai 4 pemain asing yang dikontrak. Mereka adalah Abanda Herman (Kamerun), Miljan Radovic (Montenegro), Robbie Gaspar (Australia) dan Moses Sakyi (Ghana). Persib tinggal menyisakan 1 jatah pemain asing asal Asia yang boleh dikontrak untuk mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia 2011/12.

Sabtu, 03 Maret 2012

Musisi Tanah Air Meriahkan HUT tvOne ke-4 Mereka di antaranya Iwan Fals, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Elfa's Singer.


 Tak terasa, salah satu stasiun televisi nasional, tvOne telah mengudara selama empat tahun. Stasiun televisi yang mengudara pertama kali pada 14 Februari 2008 ini akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 dengan menggandeng sejumlah musisi papan atas Tanah Air.

Acara yang diberi tajuk 'Indonesia Hebat' tersebut rencananya dihelat di Balai Kartini, pada 2 Maret 2012 mendatang. "Mengapa mengusung tema 'Indonesia Hebat'? Karena terkait dengan perhatian tvOne terhadap hal-hal yang menghidupkan asa Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik," kata Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas di Epicentrum Walk, kawasan Kuningan, Kamis, 23 Februari 2012.

Berbeda dari perayaan HUT tvOne tahun sebelumnya, kali ini tidak akan ada penampilan dari politisi. Acara yang berlangsung mulai dari pukul 17.00-22.00 WIB itu akan dimeriahkan musisi dan sejumlah hiburan.

"Tidak diisi politisi-politisi lagi, tetapi diisi sejumlah musisi dan entertain. Selama lima jam itu akan membuat terhibur bagi pemirsa di Tanah Air," ujar Chief Executive Officer (CEO) tvOne, Ardiansyah Bakrie.

Sejumlah musisi Tanah Air yang akan ikut memeriahkan HUT tvOne ke-4 ini antara lain Iwan Fals, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Elfa's Singer dan Edo Kondologit.




Senin, 20 Februari 2012

biografi



Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia. Lewat lagu-lagunya, Iwan menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti lagu Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya.
info lebih lanjut klik disini:


Lewat lagu-lagunya, ia memotret kehidupan dan sosial-budaya di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemui setiap penjuru Nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Perjalanan Hidup
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.



Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen.

Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangant ...
http://kolom-biografi.blogspot.com